Tiga Pekerja Kebun Cekcok Usai Mobil Tabrak Pagar
Cekcok yang berujung perkelahian sesama penumpang usai kecelakaan tunggal di Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun. (Tangkapan layar video masyarakat)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Perjalanan pulang tiga pekerja kebun di Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 18.26 Wita, berakhir ricuh. Setelah mobil yang mereka tumpangi menabrak pagar di tepi jalan, para penumpang terlibat cekcok hingga berujung perkelahian.
Peristiwa tersebut sempat
mengundang perhatian warga setelah videonya beredar di media sosial.
Diketahui, kejadian
bermula saat ketiga pekerja itu pulang bersama dari kebun sawit tempat mereka
bekerja.
Di tengah perjalanan, kendaraan
yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak pagar seng
milik warga di pinggir jalan.
Insiden itu kemudian
memicu perselisihan di antara para penumpang hingga akhirnya terjadi
perkelahian.
Kapolsek Kota Bangun, AKP
Asnan Rusmawan mengatakan, berdasarkan keterangan sementara, perselisihan
terjadi setelah kendaraan berhenti usai menabrak pagar.
"Mereka ribut di
dalam mobil. Setelah kendaraan berhenti, temannya marah. Dugaan sementara
dipicu karena kendaraan sempat menabrak pagar di pinggir jalan," ujarnya
saat dikonfirmasi.
Video yang beredar
memperlihatkan salah seorang pria membawa senjata tajam jenis parang sehingga
sempat memunculkan beragam spekulasi di masyarakat.
Namun, hasil pemeriksaan
awal kepolisian menunjukkan benda tersebut merupakan perlengkapan kerja yang
memang dibawa para pekerja dari kebun.
"Parang itu memang
alat kerja yang mereka bawa dari kebun," tuturnya.
Polisi juga meluruskan
informasi mengenai adanya korban akibat perkelahian.
Hingga saat ini, belum
ditemukan bukti bahwa luka yang dialami salah seorang pekerja disebabkan
tindakan penganiayaan.
"Tidak ada korban.
Yang mengalami luka itu diduga akibat kecelakaan saat kendaraan menabrak pagar,
bukan karena penganiayaan. Saya juga sudah melihat videonya," jelasnya.
Menurutnya, ketiga orang
yang terlibat diketahui saling mengenal, bahkan masih memiliki hubungan
keluarga.
Karena itu, kepolisian
memilih mengedepankan penyelesaian secara damai sembari menuntaskan persoalan
kerusakan pagar yang ditabrak kendaraan.
"Kami akan berupaya
mendamaikan kedua belah pihak, sekaligus menyelesaikan persoalan kerusakan
pagar melalui ganti rugi kepada pemiliknya," tuturnya.
Sementara itu, warga
setempat, Yahya, mengatakan suara benturan keras menjadi awal mula perhatian
warga terhadap kejadian tersebut.
Dari informasi yang
dihimpunnya, kendaraan itu melaju dari arah bawah jembatan sebelum akhirnya
menghantam pagar seng yang berada di batas lahan milik warga.
Setelah kendaraan
berhenti, suasana yang semula hanya diwarnai adu mulut berubah menjadi
perkelahian sesama penumpang.
Warga yang berada di
sekitar lokasi kemudian berdatangan setelah melihat keributan tersebut.
"Setelah kecelakaan,
para penumpang yang berada di dalam mobil terlibat cekcok. Jumlahnya ada tiga
orang dan yang berkelahi adalah sesama penumpang mobil," kata dia.
Ia mengaku mendapat
informasi bahwa salah seorang penumpang sempat mengambil parang yang berada di
dalam kendaraan.
Menurutnya, benda itu
memang biasa digunakan sebagai alat kerja di kebun.
"Parang itu memang
sudah ada di mobil. Setahu saya merupakan alat kerja yang mereka bawa dari
kebun," ujarnya.
Keributan baru mereda
setelah warga berdatangan untuk melerai, sebelum akhirnya personel Polsek Kota
Bangun tiba di lokasi sekitar pukul 18.32Wita.
"Setelah situasi
berhasil diamankan, mereka dibawa ke Polsek Kota Bangun untuk penanganan lebih
lanjut," tutupnya. (kriz)